Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 21 Parak Kopi

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Bagas Muflih Farid
Hilmainur Syampurma
Atradinal Atradinal
Rika Sepriani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tingkat kebugaran jasmani siswa SD Negeri 21 Parak Kopi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD Negeri 21 Parak Kopi, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang menghasilkan 42 orang siswa kelas 5 dan 6. Instrumen pengumpulan data menggunakan aplikasi WHO AnthroPlus untuk mendapatkan nilai Z-Score IMT dan Tes Kesegaran Siswa Indonesia (TKSI) Fase C untuk kebugaran jasmani. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi 0,05 karena data berdistribusi tidak normal. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan arah korelasi negatif antara IMT terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani, dibuktikan dengan nilai r hitung (-0,306) > r tabel (0,304). Variabel IMT memberikan sumbangan efektif sebesar 9,36% terhadap kebugaran jasmani siswa. Kesimpulannya, semakin tinggi angka IMT (mengarah pada obesitas), maka tingkat kebugaran jasmani siswa cenderung semakin rendah.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Farid, B., Syampurma, H., Atradinal, A., & Sepriani, R. (2026). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 21 Parak Kopi. Jurnal JPDO, 9(3), 1944-1954. https://doi.org/10.24036/JPDO.9.2026.0197

References

Asnaldi, A. (2019). Pengaruh kemampuan motorik dan konsentrasi terhadap hasil belajar keterampilan olahraga. Jurnal MensSana, 4(2), 120-129.
Asnaldi, A. (2020). Hubungan kelentukan dan daya ledak otot lengan terhadap ketepatan smash bolavoli. Physical Activity Journal, 1(2).
Asnaldi, A., Zulman, & M, M. (2018). Hubungan Motivasi Olahraga Dan Kemampuan Motoric Dengan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Menssana, 3(2), 16-27.
Atradinal. (2017). Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Guru Penjasorkes Padang Utara Kota Padang. Jurnal Performa, 112–119
Atradinal, Syamsuar, Zulbahri, & Tizu. (2022). Studi Motivasi Siswa dalam Hasil Belajar PJOK pada Masa Pandemi Bagi Siswa SMPN 22 Padang. JP&O: Jurnal Pendidikan Dan Olahraga, 5(7), 68–75.
Arifin. (2018). Pengantar ilmu kepelatihan olahraga. RajaGrafindo Persada.
Dinas Kesehatan Kota Padang. (2023). Laporan hasil penjaringan kesehatan peserta didik tingkat Kota Padang. Padang: Dinas Kesehatan Kota Padang.
Firdaus, R. P., Syirojudin, H. M., Dharmawan, M. R., & Setiawan, M. A. (2025). Analisis hubungan indeks massa tubuh dengan kebugaran jasmani mahasiswa di era gaya hidup sedentari. Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Olahraga, 10(2), 152–157.
Hardiansyah, S. (2017). Kebugaran jasmani dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal Keolahragaan FIK UNP, 4(1), 45–52.
Irianto, D. P. (2018). Dasar-Dasar Latihan Olahraga Untuk Menjadi Atlet Juara. Bantul: Pohon Cemara.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Robby, M., Lestari, P. A. A. S., & Oldyanoor, M. (2025). Hubungan indeks massa tubuh (IMT) dengan tingkat kebugaran jasmani pegawai dinas kesehatan. Journal of Intan Nursing, 4(2), 42-47.
Prianto, D. A., Utomo, M. A. S., Permana, D. A. P., & Mutohir, T. C. (2022). Survei tingkat kebugaran jasmani dan faktor yang mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah menengah pertama di Sidoarjo. Jurnal Segar, 10(2), 49-56.
Sunarni, Y., Santi, E., & Rachmawati, K. (2019). Hubungan indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani anak usia 10-12 tahun. Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal), 10(1), 39–48.
Syampurma, Hilmainur dkk. (2017).Perbedaan Tingkat Kesegaran Jasmani Berdasarkan Status Gizi. Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia. Volume 7. Nomor 1 : 28-29
Sepriani, R., et al. (2024). How do physical fitness, nutritional status, and self-concept affect student learning outcomes in physicale ducation.
Sepriadi, S., et al. (2017). Aktivitas fisik untuk kebugaran dan kesehatan jasmani. Jurnal Pendidikan Jasmani UNP, 3(2), 67–75.
Sepriadi, S. (2017). Pengaruh motivasi berolahraga dan status gizi terhadap tingkat kebugaran jasmani. Jurnal Penjakora, 4(1), 77-89.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sunarni, Y., Santi, E., & Rachmawati, K. (2019). Hubungan indeks massa tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani anak usia 10-12 tahun. Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal), 10(1), 39–48.
Susanto, T., dkk. (2022). Double burden of malnutrition: BMI and fitness levels among Indonesian school children post-pandemic. Asia Pacific Journal of Public Health, 35(2), 123-135.
TKSI Kemendikbud. (2023). TKSI KEMDIKBUD. Diakses dari https://tksi.kemdikbud.go.id/tksi/.
Wiarto, (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 5(1), 23–31.
Rika Sepriani,dkk. 2022. “Tinjauan Kebugaran Jasmani Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sintuk Toboh Gadang Kabupaten Padang Pariaman”. Jurnal Pendidikan Olahraga.Vol. 5, No. 011, Hal.82-83.