Perbedaan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar Kelas V Di Daerah Dataran Rendah Dan Tinggi

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Jayanto Abednego Sitinjak
Mario Febrian
Sefri Hardiansyah

Abstract

Perbedaan kondisi geografis antara daerah dataran rendah dan dataran tinggi diduga memengaruhi aktivitas fisik harian siswa yang berdampak pada tingkat kebugaran jasmani. Jenis penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif dengan mengetahui perbedaan antar kedua sampel. Populasi penelitian berjumlah 106 siswa, terdiri dari siswa kelas V SDN 15 Padang Sarai sebagai ini  representasi daerah dataran rendah dan SDN 10 Sapiran sebagai representasi daerah dataran tinggi. Sampel penelitian ini berjumlah 61 siswa, terdiri dari 35 siswa SDN 15 Padang Sarai menggunakan teknik Stratified Proportional Sampling dan 26 siswa SDN 10 Sapiran menggunakan teknik Sampling Jenuh. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan Independent Sample T-Test pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa SDN 15 Padang Sarai berada pada kategori bai. Sementara itu, siswa SDN 10 Sapiran menunjukkan tingkat kebugaran jasmani yang lebih baik dengan dominasi kategori baik dan sangat baik. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kebugaran jasmani siswa di daerah dataran rendah dan dataran tinggi. Disimpulkan bahwa siswa sekolah dasar di daerah dataran tinggi memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih baik dibandingkan siswa di daerah dataran rendah.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Sitinjak, J., Febrian, M., & Hardiansyah, S. (2026). Perbedaan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar Kelas V Di Daerah Dataran Rendah Dan Tinggi. Jurnal JPDO, 9(3), 1424-1434. https://doi.org/10.24036/JPDO.9.2026.0144