Pengaruh Latihan Plyometric Terhadap Kemampuan Tendangan Sabit Atlet Perguruan Pencak Silat Pat Ban Bu Di Pasaman

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Septri Herda Yona
Suwirman Suwirman

Abstract

Hasil penelitian diperguruan pencak silat Pat Ban Bu di Pasaman menunjukkan bahwa latihan plyometric dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan tendangan sabit seorang atlet. Latihan plyometric merupakan metode latihan yang dapat meningkatkan power otot tungkai pada atlet pencak silat. latihan ini berfokus untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatan maksimal. Atlet pencak silat sangat membutuhkan kekuatan dan power otot tungkai pada saat melakukan tendangan sabit. Dengan meningkatnya power pada otot tungkai seorang atlet pencak silat maka kekuatan dalam melakukan tendangan tersebut jauh lebih maksimal. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Untuk memperoleh data penelitian dilakukan dua kali pengukuran yaitu pre-test (sebelum perlakuan) dan post-test (setelah diberikan perlakuan). Pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes kecepatan tendangan sabit. Atlet pencak silat diperguruan Pat Ban Bu Pasaman yang telah dijadikan sampel dengan jumlah 30 atlet diperoleh nilai rata-rata hitung tes awal (Pre test) yaitu 19,53. Kemudian nilai rata-rata hitung tes akhir (Post test) yaitu 20,8. Penelitian yang telah dilakukan penulis ini menunjukkan latihan plyometrics seperti latihan Hurdle Hops, Hexagon Drill, Side Hops, Split Squat Jump, dan Stride Jump Crossover secara signifikan mempengaruhi kemampuan tendangan sabit pada atlet-atlet pencak silat di perguruan Pat Ban Bu Pasaman. dimana kemampuan menendang atlet lebih baik setelah diberikan latihan plyometrics dibandingkan sebelum latihan plyometrics tersebut.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Yona, S., & Suwirman, S. (2025). Pengaruh Latihan Plyometric Terhadap Kemampuan Tendangan Sabit Atlet Perguruan Pencak Silat Pat Ban Bu Di Pasaman. Jurnal JPDO, 8(10), 2170-2177. https://doi.org/10.24036/JPDO.8.6.2025.135