Hubungan Daya Ledak Otot Lengan Dan Kelentukan Pergelangan Tangan Terhadap Kemampuan Smash Bulutangkis Atlet Bulutangkis PB SBC Bukittinggi

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

renaldi lefrand
kamalfirdaus kamalfirdaus

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara daya ledak otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan terhadap kemampuan smash bulutangkis atlet bulutangkis PB SBC Bukittinggi.Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 di GOR bulutangkis PB SBC Bukittinggi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet bulutangkis PB SBC Bukittinggi sebanyak 15 orang.  Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus, maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 15 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) one hand ball medicine ball put, 2) Goniometer, dan 3) tes kemampuan smash bulutangkis. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi sederhana dan korelasi berganda.  Hasil penelitian ini adalah: 1) Daya ledak otot lengan memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan smash atlet bulutangkis PB SBC Bukittinggi  dengan dengan thitung 2,24 > ttabel 1,77 dan diterima kebenarannya secara empiris. 2) Kelentukan pergelangan tangan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kemampuan smash atlet bulutangkis PB SBC Bukittinggi  dengan thitung 2,79 > ttabel 1,77 dan diterima kebenaraanya secara empiris. 3) Daya ledak otot lengan dan kelentukan pergelangan tangansecara bersama-sama memiliki hubungan yang signifikansi dengan kemampuanpassing bawah atlet bulutangkis PB SBC Bukittinggi  dengan Fhitung 6,02 > ttabel 3,81 dan diterima kebenarannya secara empiris.


 

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
lefrand, renaldi, & kamalfirdaus, kamalfirdaus. (2025). Hubungan Daya Ledak Otot Lengan Dan Kelentukan Pergelangan Tangan Terhadap Kemampuan Smash Bulutangkis Atlet Bulutangkis PB SBC Bukittinggi. Jurnal JPDO, 8(12), 3631-3640. https://doi.org/10.24036/JPDO.8.12.2025.13

References

Angelica Joanne Joummy, Pathmanathan K. Suppiah, and Md. Safwan Samsir, F. (2020). The Effect Of High-Intensity Intermittent Functional Training Towards The Aerobic Fitness Of Youth Badminton Player. Malaysian Journal of Movement, Health & Exercise, 9(1), 149–158.
Asbupel, F., Kiram, Y., & Neldi, H. (2020). The Effect of Playing Training Method and Circuit Training Method Towards VO2 Max Capacity on Badminton Male Athlete at G-Sport Center Padang. In Atlantis Press SARL (Vol. 464, pp. 829–834).https://doi.org/doi.org/10.2991assehr.k.200824.18.

Duli, Nikolaus. 2019. Metode Penelitian. Yogyakarta: Deepublish (Grup Penerbitan CV Budi Utama).
Ginanjar, A., Suherman, A., Juliantine, T. Y. H. (2018) ‘Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga’, Pendidikan Jasmani Olahraga, 3(1), pp.122–128.at:http:ejournal.upi.ed/ index.php/penjas/index.
Halim, Nur Ichsan. 2011. Tes dan Pengukuran Kesegaran Jasmani. Makasar: Universitas Negeri Makasar
Hermanto, B., Ramadi, R., & Agust, K. (2016) Hubungan antara Daya Ledak Otot Lengan dan Daya Ledak Otot Tungkai dengan Kemampuan Smash Pemain Bulutangkis Club Cupumanik Bhayangkara Kecamatan Bangko Bagan Siapi-Api. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, 3(2), 1-15.
Hidayat, Cucu dan Nanang Kusnadi. (2008). Bermain Bulutangkis. Tasikmalaya : Universitas Siliwangi.
Irawadi, Hendri. 2011. Kondisi Fisik dan Pengukurannya. Padang: Jurusan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan.UNP.
Ismaryati. (2006). Tes dan Pengukuran Olahraga. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
Juita, A. (2013). Kontribusi Daya Ledak Otot Lengan dan Koordinasi Mata Tangan terhadap Ketepatan Servis Atas Bolavoli Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Riau. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(02), 25-33.
Kardani, G., & Rustiawan, H. (2020). Perbandingan Hasil Latihan Lari Shuttle Run Dengan Latihan Shadow Terhadap Kelincahan Footwork Pada Cabang Olahraga 2022. Gelanggang Olahraga: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga 6 (1): 129- 135
Martila, A., & Sulastio, A. (2019). The effect of interval training exercise on resistance in putra bulutangkis PB Atlet. Angkasa Pekanbaru. JOM FKIP, 6(1),124–134.
Muliana, A. (2019). Pengaruh Koordinasi Mata-Tangan, Kekuatan Otot Lengan dan Kelentukan Pergelangan Tangan terhadap Kemampuan Pukulan Servis Panjang dalam Permainan Bulutangkis pada Club PB. Matrix Makassar.(Doctoral dissertation, Universitas Negeri Makassar).
Rahantoknam, B.E. 1988. Belajar Motorik; Aplikasinya dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Jakarta: Dirjen Dikti. P2LPTK.
Saputra, S. hera, Kusuma, I. jati, & Festiawan, R. (2020). Hubungan tinggi badan, panjang lengan dan daya tahan otot lengan dengan keterampilan bermain bulutangkis. Jurnal Pendidikan Olahraga, 9(1), 93–108.
Sasmarianto dan Nazirun, Novia. (2020). Pengelolaan Gizi Olahraga Pada Atlet, Malang: Ahli Media Press
Sutanto. (2019). Buku Pintar Olahraga. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. ISBN: 978-602-3760-237.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & RND. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, CV.
Syafruddin. 2011. Ilmu Kepelataihan Olahraga. Padang: UNP.
Tohar. 1992. Olahraga Pilihan Bulutangkis. Semarang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
Umaya, I. (2016). Perbedaan Pengaruh Latihan Half Squat Jump dengan Tempo Cepat dan Tempo Lambat Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai(Studi Pada Siswa Laki-Laki SMA Negeri 21 Surabaya). Jurnal Kesehatan Olahraga, 4(3).
Wiguna, I. B. (2017). Teori dan Aplikasi Latihan Kondisi Fisik. Depok: PT Grafindo Persada.
Yuliawan, D. (2017). Hubungan Kekuatan Otot Lengan dan Kelentukan Pergelangan Tangan dengan Ketepatan Smash dalam Permainan Bulutangkis. Motion: Jurnal Riset Physical Education, 8 (1), 13-26.